Masalah utama dengan mata uang konvensional adalah semua kepercayaan yang dibutuhkan agar sistem itu bisa berjalan. Bank sentral harus dipercaya untuk tidak menurunkan nilai mata uang, namun sejarah mata uang fiat penuh dengan pelanggaran terhadap kepercayaan itu.
Satoshi Nakamoto
Umat manusia telah beralih dari uang sehat yang dikendalikan oleh banyak orang ke uang tidak sehat yang dikendalikan oleh segelintir orang. Tapi bagaimana sebenarnya sistem ini bekerja?
Sistem Moneter Berdasarkan Dekrit
Sistem fiat dicirikan oleh sifatnya yang wajib, diberlakukan kepada masyarakat melalui undang-undang alat pembayaran yang sah. Istilah Latin fiat berarti “berdasarkan dekrit” dan merujuk pada perintah yang dikeluarkan oleh suatu otoritas.
Berbeda dengan uang yang didukung oleh aset nyata seperti emas, fiat memperoleh nilainya dari posisi monopoli yang dipaksakan dan kepercayaan publik terhadap sistem moneter dan keuangan. Dalam hal ini, uang fiat dapat dibandingkan dengan tiket konser: nilainya bukan terletak pada kertas tiket itu sendiri, melainkan pada jaminan bahwa band (pemerintah dan bank sentralnya) akan memberikan pertunjukan yang hebat (menyediakan stabilitas ekonomi).
Semua mata uang utama seperti dolar, euro, pound, yuan, peso, dan lainnya termasuk dalam kategori uang fiat.
Undang-Undang Alat Pembayaran yang Sah: undang-undang yang mewajibkan semua warga negara menerima jenis mata uang tertentu.
Kelebihan Uang Fiat
- Kemudahan penggunaan: Uang fiat nyaman digunakan untuk transaksi sehari-hari.
- Biaya dan risiko lebih rendah: Uang fiat tidak memerlukan keamanan tinggi seperti emas, sehingga lebih murah dan aman.
Kekurangan Uang Fiat
- Risiko inflasi: Pemerintah dapat mencetak uang fiat sesuka hati, menurunkan nilai mata uang dan menyebabkan harga naik, yang mengurangi daya beli para penabung. Dalam beberapa kasus sejarah, penyalahgunaan ini menyebabkan terjadinya hiperinflasi.
- Kontrol terpusat dan manipulasi: Kelompok kecil dapat mempengaruhi dan memanipulasi sistem, yang dapat menyebabkan pemblokiran rekening secara politis dan penyitaan.
- Risiko pihak ketiga: Jika pemerintah menghadapi tantangan, dan masyarakat kehilangan kepercayaan, mata uang bisa kehilangan nilainya.
Sebelum mata uang fiat muncul, pemerintah akan mencetak koin dari komoditas fisik yang berharga dan langka seperti emas atau perak, atau mereka mencetak uang kertas yang dapat ditukar dengan jumlah tetap dari komoditas tersebut. Ini dikenal sebagai sistem yang didukung komoditas.
Dalam sistem fiat, situasinya lebih mirip dengan uang Monopoly. Uang fiat terdiri dari kertas yang diterbitkan oleh bank sentral, dan nilainya dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah. Pemerintah dan bank sentral bertindak seperti "bankir" dalam permainan Monopoly: mereka mengendalikan cara kerja sistem, siapa yang mendapatkan apa, dan berapa nilai uang. Dengan kata lain, nilai uang fiat bergantung pada kepercayaan terhadap pemerintah untuk mengelola sistem moneter secara bertanggung jawab.
Sistem fiat adalah permainan kepercayaan di mana nilai uang kita bergantung pada janji-janji mereka yang berkuasa dan di mana masyarakat hanya bisa berharap pemerintah mereka bertindak demi kepentingan semua orang.
Sistem yang Didukung oleh Utang
Cukup baik bahwa masyarakat tidak memahami sistem perbankan dan moneter kita, karena jika mereka memahaminya, saya yakin akan terjadi revolusi sebelum pagi tiba.
Henry Ford
Perbankan cadangan fraksional adalah elemen kunci dalam sistem fiat. Artinya, bank secara hukum diizinkan untuk meminjamkan sebagian besar dari dana nasabahnya, sehingga pada waktu tertentu bank sebenarnya hanya memegang sebagian kecil dari uang yang nasabah kira telah mereka simpan di sana. Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa bank menawarkan begitu banyak layanan kepada nasabahnya selain hanya mengamankan simpanan mereka? Meskipun tampaknya mereka bermurah hati, penting untuk diingat bahwa bank adalah bisnis dan tujuan utama mereka adalah mencari keuntungan. Tapi bagaimana mereka mendapat untung jika mereka meminjamkan uang kepada orang lain?
Bank menghasilkan pendapatan dengan berbagai cara
- Mengenakan bunga atas pinjaman yang mereka berikan.
- Mengenakan biaya untuk layanan seperti penggunaan ATM dan pemeliharaan rekening.
- Menghasilkan uang melalui investasi, seperti membeli dan menjual surat berharga atau berinvestasi di properti.
- Menyimpan sebagian dari pinjaman sebagai cadangan dan menginvestasikan atau meminjamkan sisanya.
- Membayar bunga atas simpanan dan mengenakan biaya pada rekening giro dan tabungan.
- Ketika bank menerima simpanan, mereka hanya diwajibkan untuk menahan sebagian (persyaratan cadangan) dan secara hukum diizinkan untuk meminjamkan sisanya.
Proses ini menghasilkan sistem moneter yang digerakkan oleh utang karena bank menciptakan mata uang baru setiap kali mereka memberikan pinjaman, sehingga meningkatkan jumlah uang yang beredar. Selama perbankan cadangan fraksional terus berlangsung, total utang dalam perekonomian meningkat, yang berkontribusi pada inflasi. Sistem ini bergantung pada siklus penciptaan mata uang secara terus-menerus melalui pinjaman, mirip dengan pasokan obat bagi seorang pecandu: selama semua orang terus bermain, ilusi tetap ada. Namun, jika bank terlalu serakah dalam praktik peminjaman dan masyarakat kehilangan kepercayaan pada sistem perbankan, seluruh sistem bisa runtuh dengan cepat.
Di sinilah bank sentral berperan sebagai pemberi pinjaman terakhir, menyediakan mata uang baru untuk mencegah kegagalan bank dan menjaga ilusi tetap berjalan. Bank sentral melakukan ini dengan membeli kembali aset atau menyuntikkan mata uang langsung ke neraca bank. Pada dasarnya, bank diselamatkan dari kegagalan melalui suntikan mata uang baru yang terus-menerus oleh bank sentral, yang menghasilkan siklus boom dan bust.
- Bank meminjam uang dari penabung dengan tingkat bunga (misalnya 5%)
- Bank meminjamkan uang ini kepada peminjam dengan tingkat bunga yang lebih tinggi (misalnya 9%)
- Bank membayar bunga dari bunga yang diterima melalui pinjaman (9% - 5% = 4%) dan menyimpan sisanya sebagai keuntungan
Bagaimana Bank Menciptakan Uang
Bank komersial menciptakan uang fiat baru ketika mereka memberikan pinjaman.
- Boom
- Jumlah uang yang beredar bertambah saat bank menciptakan pinjaman baru
- Orang dan bisnis meminjam dan membelanjakan lebih banyak
- Permintaan meningkat dan harga naik
- Investasi meningkat, seringkali melebihi apa yang dapat didukung oleh ekonomi riil
- Krisis
- Permintaan melambat dan investasi mulai gagal
- Harga aset turun
- Peminjam kesulitan membayar kembali pinjaman mereka
- Bank mengalami kerugian karena jaminan kehilangan nilai
- Intervensi bank sentral
- Bank sentral menciptakan uang baru untuk mendukung bank dan sistem keuangan
- Siklus terulang kembali
- Kredit berkembang lagi, memulai fase boom baru
Sepeda Imajinasi
Bayangkan kamu punya sebuah sepeda dan meminjamkannya kepada seorang bankir. Alih-alih hanya menggunakannya, bankir itu mulai menjanjikan sepeda yang sama kepada banyak orang lain pada waktu yang bersamaan. Setiap orang percaya mereka bisa menggunakan sepeda itu kapan saja mereka mau. Tapi kenyataannya, tetap hanya ada satu sepeda. Semua sepeda lainnya hanyalah janji.
Pada awalnya, semuanya tampak baik-baik saja. Tidak semua orang ingin naik sepeda pada waktu yang sama, jadi orang-orang percaya ada banyak sepeda yang tersedia. Karena itu, semua orang merasa percaya diri dan terus membuat rencana.
Namun suatu hari, semua orang memutuskan ingin naik sepeda pada waktu yang sama. Mereka semua datang dengan harapan mendapatkan sepeda mereka, dan tiba-tiba masalahnya menjadi jelas: hanya ada satu sepeda sungguhan. Kebanyakan orang tidak bisa mendapatkan apa yang dijanjikan kepada mereka.
Perbankan modern bekerja dengan cara yang mirip. Bank hanya menyimpan sebagian kecil dari uang yang disetor orang dan meminjamkan sisanya kepada orang lain. Ini berarti bank menciptakan klaim atas uang jauh lebih banyak daripada uang yang benar-benar mereka pegang.
Sebagian besar waktu sistem ini berjalan karena orang-orang tidak menarik uang mereka secara bersamaan. Tetapi jika banyak orang mencoba menarik uang mereka sekaligus, bank tidak dapat memenuhi semua janji tersebut. Ini disebut rush bank.
Ketika ini terjadi, sistem keuangan bisa menjadi tidak stabil, dan orang-orang yang paling sering menderita adalah mereka yang paling sedikit memiliki perlindungan finansial.
Siapa yang Mengendalikan Sistem Fiat?
Pemerintah
Pemerintah seperti sutradara dalam pertunjukan fiat. Selain mengumpulkan pajak, pemerintah didanai melalui utang baru (obligasi) yang diterbitkan oleh Kementerian Keuangan. Ketika permintaan terhadap obligasi ini tidak cukup, sisa utang dibeli oleh bank sentral. Ini berarti mereka dapat terus meningkatkan pengeluaran pemerintah tanpa membuat marah masyarakat dengan menaikkan pajak. Ini mungkin tampak baik bagi pemerintah, tetapi ada biayanya bagi semua orang lain: seperti mendapatkan kartu kredit di mana orang lain yang membayar tagihannya. Utang pemerintah hanyalah janji untuk memungut pajak lebih banyak dari rakyat di masa depan.
Individu Kaya
Mereka juga sangat diuntungkan dari sistem fiat. Karena tabungan mereka sebagian besar disimpan dalam bentuk aset, daya beli mereka justru meningkat ketika mata uang (unit hitung) kehilangan nilai. Selain itu, mereka menggunakan aset yang nilainya naik sebagai jaminan untuk mengumpulkan utang murah yang kemudian mereka investasikan lagi ke aset. Karena mereka “lebih dekat dengan mesin cetak uang,” mereka hampir tidak merasakan dampak depresiasi mata uang.
Sektor Keuangan (bank)
Bank dan lembaga keuangan lainnya tidak secara langsung mengendalikan sistem fiat tetapi sangat diuntungkan darinya. Berkat keberadaan bank sentral, yang akan menyelamatkan bank-bank untuk mencegah seluruh sistem runtuh, mereka hampir bebas dari konsekuensi dan karena itu terdorong untuk mengejar keuntungan lebih tinggi melalui praktik pinjaman cadangan fraksional yang semakin berisiko. Inilah dasar dari siklus boom dan bust yang telah kita bahas sebelumnya.
Bank Sentral
Mereka juga sangat diuntungkan dari sistem fiat. Karena tabungan mereka sebagian besar disimpan dalam bentuk aset, daya beli mereka justru meningkat ketika mata uang (unit hitung) kehilangan nilai. Selain itu, mereka menggunakan aset yang nilainya naik sebagai jaminan untuk mengumpulkan utang murah yang kemudian mereka investasikan lagi ke aset. Karena mereka “lebih dekat dengan mesin cetak uang,” mereka hampir tidak merasakan dampak depresiasi mata uang.
Bagaimana mereka diuntungkan
Kelompok-kelompok ini diuntungkan dengan berbagai cara, menciptakan jaringan kontrol dan pengaruh yang kompleks. Pemerintah mendapatkan akses ke pendanaan dan menunda kebutuhan untuk bertanggung jawab secara fiskal, individu kaya dan bank memperoleh keuntungan dengan mudah, dan bank sentral menjaga pertunjukan tetap berjalan sambil berpura-pura independen. Sementara itu, sisa populasi menanggung beban dari seluruh skema ini, karena tabungan tunai mereka perlahan-lahan mencair dari tahun ke tahun.
Pada akhirnya, para dalang sistem fiat mengatur pertunjukan di mana segelintir orang sangat diuntungkan dengan mengorbankan banyak orang, yang akhirnya bertanya-tanya bagaimana mereka bisa mengejar ketertinggalan.
Bank sentral diam-diam membentuk cara kerja sebuah ekonomi. Tugas resmi mereka adalah memastikan stabilitas dan integritas, tetapi metode mereka mengungkap sisi yang lebih gelap.
Bank sentral bekerja erat dengan pemerintah dan menarik tali kebijakan moneter, mengendalikan jumlah uang beredar dengan alat seperti suku bunga. Di masa krisis, mereka mencetak uang dari udara dan menyuntikkannya ke dalam ekonomi melalui bank komersial, sehingga tampak seolah-olah semuanya baik-baik saja.
Mereka bukan hanya pengawas netral; bank sentral mengatur bank komersial, menetapkan aturan permainan, dan turun tangan untuk menyelamatkan mereka saat mereka dalam masalah dengan bertindak sebagai pemberi pinjaman terakhir. Jaringan kontrol ini, meskipun tampak melindungi, justru membuat ekonomi dan bank semakin bergantung pada mereka.
Memahami dari mana triliunan rupiah dana stimulus berasal dan siapa yang memutuskan bagaimana dana tersebut dialokasikan sangat penting untuk memahami sistem keuangan secara luas. Pemerintah menggunakan beberapa alat untuk mengelola jumlah uang beredar pada waktu tertentu.
Bank sentral dan pemerintah dapat menggunakan alat kebijakan moneter dan fiskal untuk memengaruhi jumlah uang beredar dan perekonomian. Misalnya, Federal Reserve Amerika Serikat (the Fed) menggunakan kebijakan moneter untuk menyesuaikan suku bunga, yang memengaruhi jumlah uang yang beredar. Kebijakan fiskal, di sisi lain, melibatkan penggunaan pengeluaran dan perpajakan untuk memengaruhi aktivitas ekonomi.
Target Kebijakan Moneter
- Pengangguran di bawah 6,5%
- Kenaikan Produk Domestik Bruto Tahunan 2% - 3%
- Tingkat Inflasi Inti antara 2,0% - 2,5%
Kebijakan Fiskal Ekspansif
- Bertujuan meningkatkan belanja konsumen dan investasi bisnis untuk meningkatkan permintaan agregat dan pertumbuhan ekonomi.
- Meningkatkan Pengeluaran Pemerintah
- Menurunkan Pajak
Kebijakan Fiskal Kontraktif
- Bertujuan menurunkan belanja konsumen dan investasi bisnis untuk memperlambat pertumbuhan ekonomi yang tidak berkelanjutan dan mencegah atau mengurangi inflasi tinggi.
- Mengurangi Pengeluaran Pemerintah
- Menaikkan Pajak
Terlalu Besar untuk Gagal
"Terlalu besar untuk gagal" mengacu pada lembaga keuangan yang begitu besar dan saling terhubung sehingga kegagalannya akan menimbulkan dampak buruk bagi seluruh sistem keuangan. Selama krisis keuangan 2008, beberapa bank besar dianggap "terlalu besar untuk gagal," sehingga pemerintah AS turun tangan dan memberikan bailout untuk mencegah keruntuhan mereka.
Selama krisis keuangan 2008, kegagalan bank investasi Lehman Brothers memicu efek domino yang hampir menyebabkan keruntuhan raksasa asuransi AIG dan penurunan besar di pasar saham. Pemerintah AS harus turun tangan dan memberikan bailout kepada lembaga keuangan besar lainnya untuk mencegah kekacauan lebih lanjut dan melindungi perekonomian secara luas. Hal ini memperkuat konsep "terlalu besar untuk gagal", yang akhirnya diatur dalam kebijakan perbankan internasional Basel III (2011) dengan pembentukan G-SIBs: Global Systematically Important Banks.
Kebijakan nilai tukar, guncangan pasokan, dan pengendalian harga berfungsi sebagai alat tambahan untuk mengatur jumlah uang beredar dan memengaruhi perdagangan serta perekonomian. Meskipun secara teori kebijakan ini bertujuan menstabilkan harga dan mengendalikan inflasi, intervensi ini sering kali menyebabkan siklus boom-and-bust, yang menghapus banyak bisnis dan tabungan banyak keluarga.
Mengetahui bagaimana kebijakan-kebijakan ini bekerja sangat penting untuk memahami keterbatasan sistem moneter fiat terpusat. Sampai Anda memahami masalahnya, Anda tidak akan mengenali solusinya.
Aktivitas: Fractional Reserve Banking
Ini adalah latihan kelas yang mengeksplorasi tindakan individu oleh orang-orang dan bank dengan menggunakan praktik fractional reserve banking. Tujuannya adalah untuk mengalami secara langsung bagaimana alat ini meningkatkan jumlah uang beredar.
Poin-Poin Penting
- Sebuah fraksi = bagian dari keseluruhan.
- Fractional reserve banking adalah alat yang digunakan bank untuk meminjamkan lebih banyak daripada yang mereka simpan secara langsung, atau "sebagai cadangan".
- Semakin kecil jumlah cadangan, semakin besar risiko yang dihadapi bank dalam hal rush penarikan atau gagal bayar.
- Alat ini dapat digunakan dengan uang sehat (seperti emas) atau dengan uang tidak sehat (seperti fiat).
- Kemampuan untuk memperluas jumlah uang beredar, dikombinasikan dengan bailout dan program asuransi seperti LPS, menyebabkan moral hazard bagi bank. Mereka memiliki insentif untuk mengambil keputusan yang lebih berisiko karena mereka menyimpan keuntungannya, tetapi kerugiannya ditanggung oleh semua orang.
Tips Siswa
Anda tidak perlu menjadi ahli matematika untuk memahami konsep utama dari reserve banking atau risikonya.